Jumat, 18 Januari 2008

MELACAK MLM SYARI’AH

Saat ini, keberadaan Multi Level Marketing Syari’ah masih menjadi kontroversi bagi sebagian masyarakat ekonomi syari’ah. Berbagai alasan menjadi penyebab keraguan masyarakat akan kehalalan MLM. Menurut Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc , dalam kolom ”Ustadz Menjawab” di www.eramuslim.com, ada beberapa hal yang perlu diteliti, sebelum memberi cap halal ataupun haram, pada sebuah MLM.
Hukum dasar MLM, seperti halnya masalah muamalah yang lain, adalah mubah, sampai nanti ada hal-hal yang dilarang dalam syariah islam. Namun MLM konvensional kerap kali mengindikasikan riba (memutar dana yang terkumpul), gharar (penipuan), dharar (hal-hal yang membahayakan, merugikan, atau menzhalimi pihak lain), dan jahalah (ketidaktransparanan dalam sistem dan aturan). Jangan terburu-buru dulu memvonis sebuah MLM, sebelum diketahui secara pasti tentang keempat hal itu.
Namun, sebelum memberi cap syari’ah, hendaknya juga dipastikan dulu legalisasi syari’ah dari perusahaan MLM yang bersangkutan. Apakah dewan syari’ahnya benar-benar berfungsi, atau hanya sekedar label ? Kemudian, barang-barang yang dijual dalam MLM itu juga harus benar-benar halal dan bukan merupakan produk musuh Islam. Selain itu, jangan sampai MLM tersebut berdusta dengan memberi mimpi semu tentang jadi milyuner dalam waktu singkat, bonus mewah, dan lain-lain, yang hanya akan membuat orang bermimpi belaka.
Diluar masalah-masalah tersebut, juga perlu diperhatikan bahwa MLM tidak boleh sampai mematikan kreatifitas dan produktifitas umat Islam. Umat ini butuh orang-orang yang mampu berkreasi, mencipta, melakukan aktifitas seni, menemukan hal-hal baru, mendidik, memberikan pelayanan kepada ummat dan pekerjaan pekerjaan mulia lainnya. Kalau semua potensi umat ini tersedot ke dalam bisnis pemasaran, maka matilah kreatifitas umat dan mereka hanya sibuk di satu bidang saja yaitu: B E R J U A L A N produk sebuah industri, ungkap Ust. H. Ahmad Sarwat.
Salah satu hal yang paling `mengganggu` dari sistem pemasaran langsung adalah metode pendekatan penawarannya itu sendiri. Karena memang di situlah ujung tombak dari sistem penjualan langsung dan sekaligus juga di situlah titik yang menimbulkan masalah. Banyak orang akan membeli suatu produk, hanya karena merasa tidak bisa menolak saat ditawari oleh teman lamanya, atau saudara jauhnya.
Bagaimanapun juga, jika ada sebuah MLM yang memang syar’i, dan menawarkan produk halal made in Indonesia, apakah kita masih akan memilih produk yang diragukan kehalalannya ? Perkembangan MLM konvensional yang notabene terindikasi riba, gharar, dharar, dan jahalah, telah merajalela. Bagaimana kita akan menghadapinya ? Sedangkan produk-produk berunsur syubhat beredar luas di pasaran dengan iklan-iklan yang tidak syar’i terpampang di televisi. Semua ini merupakan PR bagi masyarakat ekonomi syari’ah, agar bergerak cepat mencegah kerusakan masyarakat lebih lanjut, dengan membumikan ekonomi syari’ah.

4 komentar:

Farid mengatakan...

Asyalamu'Allaikum..Wr..Wb
Mbak Abidah,saya(Farid) tertarik dengan ulasan Mbak tentang MLM Syariah,sekarang ini sy lagi menjalankan bisnis pemasaran jaringan konvensional,saya lebih suka menyebut pemasaran jaringan karena sy sendiri tidak suka dengan kata MLM (konotasi MLM sekarang ini jelek karena cara2 dan perilaku pelaku MLM itu sendiri,dlm mencari front line).Saya mencoba melihat pemasaran jaringan yang sy geluti kearah yang lebih syari'i,dengan berusaha memaparkan lebih transparan,tidak juga terlalu menjual mimpi,terlebih mematikan kreativitas umat,tetapi lebih kepada menawarkan sebuah peluang yang keputusan tetap kepada si prospek.Dan tidak ada paksaan untuk menggelutinya secara terus menerus,artinya hanya menjadi langkah awal untuk terjun kedunia bisnis,meminimalisir resiko pebisnis pemula,sambil tetap mendorong kreativitas keusaha lain.Maaf ya Mbak kebanyakan komennya,boleh ya kita sharing tentang ini?..oh ya sy ngelink dari blog sy http://btcamp.wordpress.com ya.Terima kasih lho Mbak.
Wassallamu'allaikum wr..wb

eliana mengatakan...

baik dan menari sekali tulisannya

Dimas Sasongko at Blogspot mengatakan...

mbak Abida Muttaqiena terima kasih atas artikelnya ...sebagai info saja ...teman teman yang ingin mencoba MLM Syariah ....coba masuk ke http://www.exerindonesia.com disitu teman teman akan di bimbing untuk menjadi Enterpreanur yang bermanfaat dan beguna bagi masyarakat.

meithreea mengatakan...

Salam,
Mbak Abidah yth.
Ulasan yang menarik, kbtln saya sedang belajaran bisnis juga, trmasuk MLM tapi produknya bermanfaat sehingga sangat mudah dijual eceran. Semoga berkenan mampir ke link saya, bila suatu kali lewat kantor saya di daerah Joglo Jakarta Barat, monggo mampir mbak :)

Salam,
mei