Rabu, 02 Januari 2008

23:38 10/05/2007 Thursday Night

Salah satu manga yang amat kusukai adalah Rurouni Kenshin (Nobuhiro Watsuki). Salah satu yang dituturkan disana adalah jalan para ksatria yang tak selamanya sama. Benturan antara dua hal, misalnya, Shinsengumi yang menolak restorasi dan Choshu yang mendukung restorasi, keduanya saling bertempur dan berkorban. Pandangan dan cara yang dilakukan mereka untuk mencapai tujuan yang sama, amat berbeda. Padahal keduanya sama-sama menginginkan masa depan Jepang yang lebih baik, tapi dengan cara yang berbeda. Pada akhirnya, pihak yang kalah pun tetap saja menyumbangkan sesuatu bagi zaman yang baru.

Menurutku ini seperti rumus x+y = x+y. Dua hal berbeda, kalau dipertemukan demi mencapai tujuan yang sama, baik dengan cara diskusi baik2 ataupun saling hantam, pada akhirnya akan saling melengkapi dan menghasilkan adonan yang lebih baik daripada jika hanya y saja ataupun x saja.Dengan syarat, keduanya positif. Kalau negatif sih, malah mengurangi nilai.

Jadi, pihak oposisi di pemerintahan sekalipun, jika tujuannya adalah sama dengan partai yang berkuasa, yaitu menyejahterakan negri, seharusnya melahirkan sesuatu yg lebih baik, bukannya malah cuma intrik-intrik dan saling menjatuhkan. Kalau tak melahirkan sesuatu yang lebih baik, berarti ada kepentingan-kepentingan lain, baik di sisi x maupun di sisi y. karena ax+y=ax+y, nggak mungkin hasilnya x+y, kecuali kalau a=0, dan itu berarti nggak ada unsur a.

Hal yang sama dituturkan oleh The Last Samurai (Warner Bros), walau cara yang ditempuh sang Kaisar dan Katsumoto demi negeri adalah cara yang berbeda, sang Kaisar menginginkan Jepang maju dengan mencontoh Barat, sedang Katsumoto menghendaki agar masyarakat tetap memegang identitas samurai, tapi pada akhirnya setelah kematian Katsumoto, sang Kaisar bisa mengerti dan...kalau lihat Jepang saat ini yang berteknologi tinggi tapi tetap memelihara nilai-nilai tradisional, rasanya kau tahu kan, apa yang kupikirkan?

Baik Rurouni Kenshin maupun The Last Samurai, tentu saja cuma kisah-kisah samurai fiktif yang didirikan diatas fondasi sejarah. Akan tetapi tak bisa dipungkiri bahwa mereka mengandung nilai-nilai yang takkan kita dapat di kehidupan nyata dengan mudah, dan apa yang kubahas disini hanya sebagian kecil saja darinya.

Tidak ada komentar: